Tampilkan postingan dengan label Ilmuwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmuwan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

Mengenal Tokoh-Tokoh Ilmuwan Muslim

(Foto:Istimewah)

Smartnetizen.com - Ada beberapa tokoh ilmuwan muslim yang berjasa dalam perkembangan teknologi hingga saat ini. Salah satunya Abbas bin Firnas yang tahun lahirnya tidak diketahui dan meninggal pada 887 serta tinggal di Cordoba, Spanyol. 

Ia terkenal karena menciptakan mesin terbang, gelas dari kristal dan planetarium kaca yang lengkap dengan petir dan kilat buatan.

Al-Kindi, lahir sekira 801 di Kufa, Irak meninggal sekira 873. Terkenal karena membuat kemajuan di bidang matematika. Dia mengembangkan geometri lingkaran, musik dan banyak bidang ilmu terutama mengenai batuan dan mineral, serta menerjemahkan buku-buku ke dalam bahasa Arab. 

Al-Asthurlabiyah, lahir 944 dan meninggal pada 967 tinggal di Aleppo, Suriah tempat lahirnya. Terkenal karena membuat astrolabe yang sangat akurat, alat penting yang menggunakan Matahari dan bintang untuk menghitung waktu dan menunjukkan arah. Dia adalah satu dari sedikit wanita di Peradaban Muslim dengan keahlian ini. 

Al-Zahrawi atau Albucasis lahir pada 936 dekat Cordoba, Spanyol dan meninggal pada 1013. Ia terkenal karena menjabarkan lebih daripada 200 peralatan bedah, menulis 30 jilid ensiklopedia, serta merintis penggunaan benang jahit bedah untuk menjahit organ dalam tubuh. 

Al-Jazari tahun lahir dan meninggal tidak diketahui, tetapi ia tinggal di Diyarbakir (sekarang wilayah Turki) dan mengabdi kepada dinasti Artuk antara 1174 hingga 1200. Ia dikenal karena membuat jam dan pompa air, dan merancang alat mekanik seperti poros engkol menggunakan robotika, dan menulis buku petunjuk penemuan, al-Jami' bain al-'Ilm wa al-'Amal an-Nafi' fi Shina'at al-Hiyal (Kumpulan Ilmu dan Cara Membuat Alat-alat Menarik). 

Fatimah al-Fihri lahir pada abad ke-9, meninggal pada 880 tinggal di Fez, Maroko. Fatimah terkenal karena menggunakan uang pribadinya untuk membangun Masjid dan pusat pembelajaran di Fez yang kemudian menjadi sedemikian terkenalnya sehingga para calon murid harus melewati serangkaian tes masuk untuk bisa belajar di situ. Perkuliahan hingga kini masih berjalan di Universitas Al-Qarawiyyin. 

Ibnul-Haitsam atau Alhazen di Eropa lahir tahun 965 di Basra Irak, meninggal pada 1039. Ia terkenal karena melakukan percobaan mengenai cara kerja mata, meletakkan dasar penemuan kamera modern, dan menulis Kitab al-Manazir (Kitab Optika), yang kemudian menjadi dasar ilmu cahaya dan penglihatan. 

Ibnu Batthuthah lahir pada 1304 di Tangier, Maroko. Ia meninggal sekira 1370. Ibnu Batthuthah berkelana menempuh lebih dari 120.000 km melalui 44 negara masa kini. Ar-Rihlah (Perjalanan), catatan perjalanannya, menjadi satu kumpulan pengamatan terbaik mengenai budaya, adat istiadat, masyarakat, hewan, dan tumbuhan di dunia Zaman Pertengahan. 

Mimar Sinan lahir pada 1489 di Turki, serta meninggal pada 1588. Ia terkenal karena merancang dan membangun lebih daripada 477 masjid, sekolah, bangunan lain di seluruh penjuru dunia Muslim ketika mengabdi sebagai kepala arsitek untuk Kesultanan Turki Osmani. Dua masjidnya yang paling terkenal adalah Selimiye di Edirne, Turki, dan Suleymaniye di Istanbul, telah bertahan dari gempa selama 400 tahun. 

Zheng He yang juga dikenal sebagai Cheng Ho dan Haji Mahmud Syamsuddin lahir pada 1371 di Yunnan, kini menjadi provinsi Tiongkok dan meninggal pada 1433. Zheng He terkenal karena menjadi komandan armada kapal kayu terbesar yang pernah dibangun dan mengubah China menjadi negara adidaya dunia dengan melakukan tujuh perjalanan laut yang monumental. Dalam 28 tahun dia mengunjungi lebih dari 37 negara. 

Jabir bin Hayyan atau Geber di Eropa lahir pada 722 di Persia (kini Iran), meninggal pada 815. Jabir bin Hayyan membuat alat untuk menyempurnakan berbagai proses kimia seperti destilasi, evaporasi, dan kristalisasi, serta menemukan asam sulfat, dan asam klorida. Demikian dirangkum dari “1001 Penemuan dan Fakta Mempesona Peradaban Muslim".

Mengenal Bapak Aljabar dan Penemu Sandi di Peradaban Muslim

(Photo Shutterstock)

Smartnetizen.com - Seribu tahun yang lalu Baghdad memiliki lembaga intelektual paling top pada zamannya yaitu Bait Al-Hikmah atau Rumah Hikmah. Dengan mempelajari karya-karya Persia, India, dan Yunani, para ilmuwan Rumah Hikmah mengumpulkan salah satu koleksi ilmu terbesar di dunia, lalu memperbesarnya dengan penemuan mereka sendiri. 

Pusat ilmu tersebut adalah buah karya empat generasi Khalifah pada abad ke-9, yang merupakan para ilmuwan hebat dari seluruh Peradaban Muslim di bawah satu asap, seperti dirangkum dari "1001 Penemuan dan Fakta Mempesona Peradaban Muslim.

Riset dan penemuan di Rumah Hikmah menjadi dasar banyak pengetahuan yang kita miliki sekarang. Rumah Hikmah dilengkapi dengan perpustakaan besar, berisi buku-buku mengenai berbagai subjek yang tertulis dalam berbagai bahasa.

Markas intelektual itu telah mengubah Baghdad menjadi pusat seni, sains, dan sastra serta berperan besar dalam penyebaran dan perkembangan pengetahuan di bidang-bidang tersebut.

Rumah Hikmah terbuka untuk laki-laki maupun perempuan, apapun agama mereka. Pada masanya, Khalifah Al-Ma'mun menggunakan unta untuk mengangkut ribuan buku dan naskah dari segala penjuru dunia Muslim ke Rumah Hikmah.

Tak hanya itu, Khalifah Al-Ma'mun juga diceritakan mendorong para penerjemah dan ilmuwan untuk terus menambahkan buku-buku ke perpustakaan Rumah Hikmah dengan cara membayar setiap buku yang ditambahkan dengan emas seberat buku itu.

Al-Ma'mun membangun pusat ilmu astronomi di Baghdad dan menyediakan lusinan pusat pembelajaran di seluruh Peradaban Muslim. Para ilmuwan bertemu setiap hari untuk membaca, menulis, dan berdiskusi dalam berbagai bahasa termasuk Arab, Persia, Yunani, dan Suryani.

Para ahli menerjemahkan tulisan-tulisan dari Peradaban Muslim ke dalam bahasa Arab, sehingga para ilmuwan dapat membaca, mendebat, dan mengembangkannya. Kini Al-Ma'mun diabadikan namanya untuk satu kawah di bulan bernama "ALMANON" suatu penghargaan yang pas untuk seorang pemimpin yang sangat mencintai ilmu.

Sementara itu, kota-kota lain di Peradaban Muslim juga mengikuti jejak Baghdad dan membangun lembaga seperti Rumah Hikmah pada abad ke-9 dan ke-10. Kata Algebra atau Aljabar berasal dari sebuah buku berjudul Al-Jabr Wal-Muqabalah, yang ditulis Al-Khwarizmi seorang ilmuwan Rumah Hikmah pada abad ke-9.

Sedangkan tiga bersaudara Banu Musa (ahli matematika sekaligus penemu berbagai mesin serta peralatan rumit), Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi (Bapak Aljabar), dan Al-Kindi (filsuf, ahli matematika, dan penemu cara sandi), adalah beberapa dari banyak ilmuwan terkenal dari Rumah Hikmah.


Ilmuwan Meksiko Ubah Air Seni Jadi Energi

Urine (Foto: Voaindonesia)

Sebagian besar generator yang mengubah limbah menjadi energi membakar sampah untuk menciptakan daya. Namun, ada dua perkembangan yang memberi arti baru bagi ungkapan "limbah untuk energi itu." 

Setiap orang membuang air seni sekitar 1,5 liter setiap hari. Ilmuwan Meksiko Gabriel Luna-Sandoval mengatakan air seni bisa diubah menjadi daya atau energi.

Perangkat yang telah dipatenkannya menggunakan elektrolisis untuk memisahkan oksigen dan hidrogen dalam air seni, untuk memproduksi biogas yang membantu menciptakan listrik atau menggantikan gas alam. 

“Sekitar 15 mililiter air seni sudah cukup. Jika kita memproduksi 1,4 liter air seni, dan jika keluarga kita beranggotakan empat orang maka kita memiliki 1,4 liter dikali dua, tiga atau empat orang – tergantung jumlah anggota keluarganya. Kita punya lebih dari cukup air seni untuk menghangatkan air mandi dan memasak,” kata Gabriel. 

Ia mengatakan proses ini bisa membantu memproduksi energi – dan lebih dari itu - untuk koloni masa depan di Mars. 

‘’Apa yang Anda lakukan dengan air seni ini? Saya membayangkan, dengan proyek ini Anda bisa menyaringnya menjadi air minum. Ini adalah salah satu kemungkinan yang bisa dilakukan,” tambahnya. 

Beberapa ilmuwan lain setuju. Tim peneliti Inggris telah mengembangkan sel-sel bahan bakar mikroba yang menggunakan bakteri pemakan air seni untuk menghasilkan listrik. 

Sementara itu di Argentina, para sukarelawan dari Sumando Energias mendaur-ulang sampah untuk menciptakan pemanas air tenaga surya di komunitas yang tidak memiliki listrik dan air. Selain memperbaiki kehidupan keluarga-keluarga miskin, mereka juga mengajar warga tentang daur ulang.

 “Inilah sampah yang kita buang dan mencemari lingkungan, tetapi ini bisa digunakan untuk hal-hal sederhana seperti air panas di dalam rumah. Jadi daur ulang itu baik,” papar Angel Guelari. 

Dengan bantuan sejumlah sukarelawan, Sumando Energia berharap bisa membangun panel tenaga surya bagi 3.000 orang dalam satu tahun.