Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

Ilmuwan Meksiko Ubah Air Seni Jadi Energi

Urine (Foto: Voaindonesia)

Sebagian besar generator yang mengubah limbah menjadi energi membakar sampah untuk menciptakan daya. Namun, ada dua perkembangan yang memberi arti baru bagi ungkapan "limbah untuk energi itu." 

Setiap orang membuang air seni sekitar 1,5 liter setiap hari. Ilmuwan Meksiko Gabriel Luna-Sandoval mengatakan air seni bisa diubah menjadi daya atau energi.

Perangkat yang telah dipatenkannya menggunakan elektrolisis untuk memisahkan oksigen dan hidrogen dalam air seni, untuk memproduksi biogas yang membantu menciptakan listrik atau menggantikan gas alam. 

“Sekitar 15 mililiter air seni sudah cukup. Jika kita memproduksi 1,4 liter air seni, dan jika keluarga kita beranggotakan empat orang maka kita memiliki 1,4 liter dikali dua, tiga atau empat orang – tergantung jumlah anggota keluarganya. Kita punya lebih dari cukup air seni untuk menghangatkan air mandi dan memasak,” kata Gabriel. 

Ia mengatakan proses ini bisa membantu memproduksi energi – dan lebih dari itu - untuk koloni masa depan di Mars. 

‘’Apa yang Anda lakukan dengan air seni ini? Saya membayangkan, dengan proyek ini Anda bisa menyaringnya menjadi air minum. Ini adalah salah satu kemungkinan yang bisa dilakukan,” tambahnya. 

Beberapa ilmuwan lain setuju. Tim peneliti Inggris telah mengembangkan sel-sel bahan bakar mikroba yang menggunakan bakteri pemakan air seni untuk menghasilkan listrik. 

Sementara itu di Argentina, para sukarelawan dari Sumando Energias mendaur-ulang sampah untuk menciptakan pemanas air tenaga surya di komunitas yang tidak memiliki listrik dan air. Selain memperbaiki kehidupan keluarga-keluarga miskin, mereka juga mengajar warga tentang daur ulang.

 “Inilah sampah yang kita buang dan mencemari lingkungan, tetapi ini bisa digunakan untuk hal-hal sederhana seperti air panas di dalam rumah. Jadi daur ulang itu baik,” papar Angel Guelari. 

Dengan bantuan sejumlah sukarelawan, Sumando Energia berharap bisa membangun panel tenaga surya bagi 3.000 orang dalam satu tahun.

Sabtu, 03 Desember 2016

Alquran & Sains Jelaskan Bentuk Asli Bumi

Bumi (reuteurs)

Smartnetizen.com - Bentuk Bumi yang bulat atau datar menjadi perdebatan yang tampaknya masih terjadi hingga saat ini. Menurut Alquran, bentuk Bumi yang sebenarnya telah disebutkan pada Alquran Surah Az-Zumar ayat 5. 

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," bunyi Surah Az-Zumar ayat 5.

berdasarkan pada ijma ulama Ibnu Taimiyyah, telah terjadi kesepakatan bahwa ulama menafsirkan ayat tersebut bahwa Bumi itu bulat.

"Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola. Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu daratan maupun lautan seperti bola," menurut ijma ulama Ibnu Taimiyyah.

Ijma merupakan suatu metode yang dipakai oleh para ulama untuk mencapai kesepakatan berdasarkan Alquran dan Hadits dalam menetapkan suatu hukum atau perkara yang terjadi.

Ilmuwan muslim, Al Biruni menegaskan bahwa Bumi itu berbentuk bulat. Disebutkan bahwa ia telah berjasa menuliskan risalah tentang planisphere dan armillary sphere (bola dunia).

Website infoastronomy melaporkan, pada usia 17, Al Biruni menghitung posisi lintang bujur dari Kath, Khwarizm dengan metode tinggi Matahari. Al Biruni memecahkan persamaan geodesi kompleks untuk menghitung jari-jari Bumi.

Ilmuwan muslim ini juga mendapatkan angka sekitar 6339,9 kilometer, hanya berselisih 16,8 kilometer dari nilai modern yaitu 6356,7 kilometer. Sementara pada usia 22 tahun, Al Biruni sudah menulis sejumlah karya ilmiah, termasuk tentang proyeksi peta, penggunaan sistem koordinat 3D–Cartesian dan transformasinya ke sistem koordinat polar.

Setelah membaca banyak data hasil pengamatannya, Al Biruni meyakini bahwa Bumi ini bulat, berputar pada porosnya sehari satu kali dan beredar mengelilingi Matahari satu tahun sekali. Ini hal yang bertentangan dengan pendapat umum pada saat itu, namun diyakini Al Biruni paling dekat dengan data-data empiris.